Updates

Blog
22 Januari 2018
Manfaat dan Tujuan Membayar Pajak Bagi Masyarakat

Pajak adalah salah satu kontribusi wajib masyarakat kepada negara yang terutang, baik sebagai pribadi maupun sebagai badan usaha yang bersifat memaksa, berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan apapun secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.

Sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku, membayar pajak tidak hanya kewajiban namun hak dari seluruh warga negara untuk turut berpartisipasi dan berperan serta terhadap pembangunan nasional.

Pembangunan nasional adalah pembangunan yang sedang berlangsung, secara terus menerus serta bekesinambungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pajak merupakan sebagai sumber utama penerimaan negara yang berkisar 70% dari seluruh penerimaan negara yang biasanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit/puskesmas dan kantor polisi. Selain itu, pajak juga digunakan untuk biaya pendidikan, biaya kesehatan, subsidi BBM, Gaji PNS dan pembangunan fasilitas publik. Semakin besar pajak yang dipungut, maka semakin banyak fasilitas dan infrastruktur negara yang dibangun.

Self Assessment adalah wajib pajak yang diberikan kepada masyarakat untuk menghitung sendiri, melaporkan sendiri dan membayar pajak sendiri sesuai jumlah yang harus dibayar. Pentingnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya membayar pajak tepat waktu membuat pemerintah melalui Dirjen Pajak senantiasa melakukan sosialisasi secara terus menerus.

Hingga saat ini, banyak masyarakat di Indonesia belum mengetahui apa saja manfaat yang dihasilkan dari membayar pajak. Dilansir dari berbagai sumber, pajak digunakan untuk:

  1. Membiayai pengeluaran-pengeluaran negara, contohnya: pengeluaran untuk proyek produktif barang ekspor.
  2. Membiayai pengeluaran reproduktif, seperti: pengeluaran untuk pengairan dan pertanian.
  3. Membiayai pengeluaran yang bersifat tidak self liquiditing dan tidak reproduktif, contohnya: pengeluaran untuk pendirian monumen dan objek rekreasi.
  4. Membiayai pengeluaran yang tidak produktif, contohnya: pengeluaran untuk membiayai pertahanan negara atau perang dan pengeluaran untuk penghematan di masa yang akan datang yaitu pengeluaran untuk anak yatim piatu.

Setiap proyek milik pemerintah berupa pembangunan dan lain sebagainya dibangun dan dibiayai oleh pajak yang telah dikumpulkan masyarakat. Dengan demikian sudah selayaknya masyarakat juga turut menjaga fasilitas yang telah dibangun negara demi kepentingan bersama.

“Direktur Jenderal Pajak bersama dengan Direktur Jenderal Bea dan Cukai akan terus melakukan berbagai ikhtiar untuk bisa mengumpulkan pendapatan negara sehingga dapat dipakai untuk membangun ekonomi Indonesia secara lebih kuat”, kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani, saat berbicara dalam sebuah kesempatan. 

Untuk mengetahui nominal pajak yang benar, alangkah baiknya apabila Anda menggunakan software akuntansi yang dapat membantu Anda untuk membuat estimasi pajak dan juga dapat mempermudah Anda mengelola keuangan secara tepat. SISCOM Accounting Software memiliki fitur yang dapat mempermudah Anda untuk mengekspor data transaksi ke e-faktur sehingga prosesnya jadi lebih cepat.

Untuk lebih lanjut, silahkan kunjungi website SISCOM yang dapat Anda temukan di sini.

Blog
The latest blog.