Updates

Blog
23 Januari 2018
6 Strategi Jitu Atur Keuangan Untuk Usaha Kecil

Memasuki tahun 2018, banyak orang, mulai dari pegawai hingga pengusaha ingin segala sesuatu lebih baik lagi ditahun ini, termasuk kondisi finansial yang membaik. 

Berhemat mungkin bisa membuat keuangan baik, tapi membutuhkan waktu yang lama. Bagaimana caranya ? Caranya dengan membuka usaha. 

Apabila Anda memiliki modal minim, Anda dapat membuat usaha kecil untuk menambah pendapatan sampingan. Cara mengelola keuangan usaha kecil salah satunya dengan membuat batasan-batasan atau pos-pos keuangan atau budgeting sehingga Anda dapat mengukur efektivitas dan efisiensi usaha Anda.

1. Rencanakan Keuangan Umum atau General
Buat Anda yang masih baru atau belum pernah melakukan perhitungan anggaran, mulailah dengan melakukan perencanaan pengelolaan keuangan usaha Anda. Buatlah secara detail seluruh kebutuhan dana untuk usaha tersebut. Termasuk kapan Anda bisa menjalankannya. Bisa saja Anda manfaatkan hari besar seperti hari raya besar agama, pameran, bazaar, promosi dan lain sebagainya untuk menjalankan usaha Anda. 

2. Rencana Pendapatan
Membuat rencana pendapatan sangat penting karena harus mampu memenuhi kebutuhan modal yang sudah sejak awal direncanakan. Mulailah dengan cara perusahaan Anda mendapatkan hasil pendapatan. Produk apa yang dijual,target penjualan, hingga strategi penjualan yang dilakukan. 

3. Budgeting Rutin
Membuat budgeting adalah kegiatan inti dari keuangan usaha Anda. Setelah budget tersusun, lakukan budgeting kembali untuk usaha Anda secara berkesinambungan dan berkala. Sesuaikan budget dengan kondii dari periode bersangkutan. Jangan lupa, gunakan review dari budgeting periode sebelumnya. 

4. Susun budget se-fleksibel mungkin
Menyusun budget se-fleksibel mungkin merupakan cara mengatur keuangan usaha yang memberi Anda sedikit kebebasan. Namun hal yang penting adalah bahwa kebebasan itu harus tetap berada didalam batasan yang telah Anda buat sebelumnya. Susunlah budget sedengan memberi sedikit ruang gerak bila ada beberapa penyesuaian yang perlu sehingga lebih realistis. 

5. Perhatikan Arus Kas. 
Arus kas keuangan usaha harus selalu diawasi secara berkala. Arus kas keuangan menjadi hal yang sulit dilakukan karena membutuhkan ketelitian yang tinggi. 

6. Manfaatkan pihak ke-3 atau gunakanlah software
Gunakan karyawan atau pihak ke-3 untuk membantu melakukan pencatatan keuangan usaha Anda. SDM seorang akuntan yang berkompeten adalah investasi yang baik untuk perusahaan Anda, atau jika tidak memungkinkan, gunakanlah software untuk mengelola keuangan Anda. SISCOM Accounting Software adalah software akuntansi yang dapat Anda gunakan untuk mengontrol keuangan bisnis Anda dimanapun dan kapanpun Anda inginkan sehingga Anda dapat mengontrol arus kas perusahaan dan laporan keuangan Anda setiap waktu.

Jika Anda mengelola sebuah toko baik online maupun offline Anda bisa menggunakan software kasir SISCOM yang akan membantu mengotomatiskan pencatatan transaksi keuangan Anda yang sudah terintegrasi dengan stok persediaan barang dan laporan keuangan.
 

Selain itu untuk Ultra Mikro (UMI) Pemerintah telah menerbitkan regulasi (PMK 22/2017) yang ditujukan bagi pelaku usaha mikro dengan kebutuhan pembiayaan dibawah 10 juta. 

Pelaksanaan program pembiayaan tersebut dilakukan oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP), yaitu Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan yang bekerjasama dengan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) termasuk Koperasi sebagai penyalur pembiayaan UMI.

"Program Pembiayaan UMI merupakan bagian dari program pemerintah di tahun 2017 yang ditujukan untuk pembiayaan usaha masyarakat," ujar Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iwan Faidi saat membuka rapat koordinasi teknis pembahasan Pembiayaan Ultra Mikro (UMI) Melalui Koperasi, di Bandung. 

 

Blog
The latest blog.