Updates

Blog
24 Januari 2018
9 Siklus Tahapan Lengkap Akuntansi Perusahaan Jasa

Siklus akuntansi adalah sebuah proses berbagai tahapan yang diperlukan untuk penyelesaian akuntansi secara manual. Sebenarnya tahapan siklus akuntansi perusahaan jasa tidaklah jauh berbeda dari perusahaan dagang. Idealnya form kerja yang digunakan oleh perusahaan jasa lebih sederhana dibandingkan dengan perusahaan dagang. Contohnya saja perusahaan jasa terdapat hanya satu akun pendapatan dan untuk transaksi penjualan sedangkan pada perusahaan dagang, transaksi bisa meliputi akun penjualan, harga pokok persediaan dan harga penjualan.

Berikut adalah tahapan penting siklus akuntansi pada perusahaan jasa.

1. Pencatatan dan Penggolongan Data

Tahap pertama dalam siklus akuntansi ini adalah mengumpulkan data-data keuangan yang valid, akurat dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya yaitu transaksi yang terjadi pada perusahaan yang sudah dicatat dalam dokumen sumber atau bukti transaksi misalnya kwitansi, faktur penjualan, faktur pembelian, penerimaan kas, absen jam kerja dan lain sebagainya.

2. Pembuatan Jurnal

Setelah data terkumpul, data tersebut dipindahkan dari jurnal umum ke buku besar untuk digolongkan berdasarkan jenis transaksi, tanggal, nomor dan nama akun sert kelompok lainnya. Dengan hal tersebut, seluruh transaksi pada jurnal yang berhubungan dengan kas akan masuk pada satu buku besar kas.

3. Neraca Saldo atau Neraca Percobaan

Kegiatan selanjutnya adalah pembuatan neraca saldo yang bertujuan untuk menilai proses penginputan data dari jurnal umum ke buku besar, sudah benar atau belum. Apabila jumlah debet dan kredit seimbang berarti tidak ada kesalahan dalam peng-input-an data.

4. Jurnal Penyesuaian

Selanjutnya adalah tahap penyusunan jurnal penyesuaian yang dibuat saat terjadinya transaksi serta sangat berpengaruh pada akun-akun perusahaan. Beberapa contoh diantaranya adalah penyusutan peralatan, uang sewa yang belum dilunasi dan yang lain sebagainya. Biasanya akan memunculkan akun baru.

5. Neraca Lajur

Penyusunan neraca lajur adalah mengacu tahap sebelumnya yaitu neraca saldo dan jurnal penyesuaian. Neraca lajur berisi informasi dalam bentuk laporan laba-rugi dan neraca. Keduanya akan menjadi dasar dalam pembuatan laporan keuangan nantinya.

6. Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah tahap siklus akuntansi perusahaan jasa yang diantaranya adalah laporan laba-rugi, neraca dan laporan perubahan modal. Dalam laporan laba-rugi, semua pendapatan dan biaya yang dikeluarkan perusahaan akan dihitung untuk mengetahui laba atau rugi yang diperoleh. Dalam laporan neraca akan menampilkan semua posisi keuangan perusahaan dari sector asset, utang dan modal.

7. Jurnal Penutup

Pada akhirnya akun-akun perkiraan pada laporan perubahan modal dan laporan laba0rugi yang ada pada perusahaan jasa akan ditutup. Akun-akun tersebut diantaranya adalah akun pendapatan, biaya dan beban, dan laba-rugi. Setiap akun perkiraan yang ditutup akan bersaldo Rp . 0, sehingga yang ada hanya akun perkiraan yang memengaruhi neraca saja yang memiliki saldo.

8. Jurnal Pembalik

Tahapan ini merupakan pembalikan akun yang telah ditutup untuk mengembalikan saldonya. Aku perkiraan yang dibalik biasanya adalah pembayaran yang dibayar dimuka sebelum jatuh tempo.

9. Neraca Akhir atau Neraca Awal (Setelah penutupan)

Neraca akhir atau awal adalah neraca akhir yang dihasilkan pada akhir suatu priode, disebut neraca awal karena akan digunakan sebagai neraca awal pada siklus akuntansi periode berikutnya.

 

Dengan adanya sembilan tahapan siklus akuntansi tersebut, perusahaan seharusnya lebih mudah jika menggunakan sebuah software akuntansi yang dapat menggolongkan semua transaksi usaha sesuai dengan kriteria laporan keuangan yang dibutuhkan.

Dengan SISCOM Accounting Software, Anda dapat mempercepat proses dalam siklus akuntansi yang seharusnya panjang. Informasi lanjut, klik di sini.

 

Blog
The latest blog.