Updates

Blog
01 Februari 2018
Jenis Laporan Keuangan Yang Harus Ada Dalam Bisnis

Laporan keuangan merupakan hal yang sangat penting dimiliki oleh pelaku usaha karena memuat seluruh pencatatan keuangan perusahaan. Proses akuntansi yang baik akan terlihat dari seberapa jelasnya laporan keuangan yang ada sehingga sangat berpengaruh kepada investor atau pihak terkait lainnya.

Sebagian besar pelaku bisnis tidak memiliki latar belakang pendidikan yang berasal dari dalam dunia akuntansi, tetapi hal ini tidak berarti bahwa para pelaku bisnis tidak bisa melakukan proses akuntansi. Begitupun sebaliknya, tidak semua pelaku bisnis yang paham proses akuntansi menerapkan proses akuntansi yang benar pada usahanya.

Melakukan pengelolaan keuangan yang baik dan tercantum dalam laporan keuangan adalah proses wajib bagi pelaku usaha yang mendapatkan modal dari investor yang sistem usahanya bagi hasil.

Laporan keuangan juga menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan investor sehingga akan dianggap ini bisnis yang menguntungkan. Berikut jenis laporan yang wajib diketahui para pelaku usaha.

1. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi biasa dikenal dengan income statement atau profit and lost statement. Di dalam laporan laba rugi memuat unsur-unsur pendapatan serta beban perusahaan dalam mengetahui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan.

Berdasarkan standar akuntansi yang dikeluarkan Ikatan Akuntan Indonesia, laporan keuangan laba rugi yang ideal setidaknya harus terdapat aspek pendapatan, laba rugi perusahaan, beban pinjaman, beban pajak, laba atau rugi dari aktivitas normal perusahaan, pos luar biasa, hak minoritas, laba atau rugi bersih untuk periode yang sedang berlangsung, serta bagian dari laba rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi yang diberlakukan dengan menggunakan metode ekuitas.

Adapun fungsi utama laporan keuangan ini yaitu menyediakan informasi mengenai kinerja perusahaan yang dibutuhkan dalam memprediksi kondisi ekonomi perusahaan ke depannya.

 

2. Laporan Neraca

Laporan neraca atau dikenal dengan balance sheet adalah laporan yang menunjukkan kondisi, informasi atau posisi keuangan usaha pada waktu tertentu.


Jumlah aktiva atau aset perusahaan, hutang perusahaan serta ekuitas yang berupa modal perusahaan dapat Anda lihat disini.

Adapun tiga unsur utama laporan keuangan neraca pada umumnya adalah sebagai berikut

  • Aset
  • Liabilitas
  • Ekuitas

Aset = Liabilitas + Ekuitas

 

3. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas atau biasa dikenal dengan sebutan cash flow adalah laporan keuangan yang menunjukkan aliran kas atau masuk dan keluarnya kas perusahaan dalam proses akuntansi. Informasi ini berguna sebagai alat pertanggungjawaban aliran keuangan selama periode pelaporan.

 

4. Laporan Perubahan Modal

Laporan ini berisi informasi perubahan jumlah modal yang dimiliki perusahaan dalam beberapa tahun dan juga berfungsi untuk menunjukkan seberapa besar perubahan modal yang terjadi dan penyebabnya.

Itulah mengapa Anda diwajibkan menyusun laporan laba rugi terlebih dahulu sebelum laporan perubahan modal.

 

Contoh software akuntansi tercanggih yang mudah, mudah dan lengkap adalah SISCOM Accounting Software. SISCOM dirancang untuk dapat digunakan berbagai jenis usaha, mulai toko handphone, salon, tempat makan dan lain sebagainya.

Blog
The latest blog.