Updates

Blog
23 Februari 2018
Perbedaan Antara PT dan CV Yang Harus Anda Ketahui

Di Indonesia, terdapat beragam badan usaha atau perusahaan yang dikenal masyarakat. Dua diantaranya adalah Perseroan Terbatas (PT) dan Perseroan Komanditer/Commanditaire Vennootschap (CV).

Jika Anda ingin mendirikan usaha, Anda harus paham betul pemilihan jenis usaha ini agar sesuai dengan usaha yang akan Anda jalankan. Jangan sampai usaha yang Anda dirikan mengalami masalah di kemudian hari karena kurangnya pemahaman Anda terkait jenis usaha yang dipilih.

Berikut adalah perbedaan antara Perseroan Terbatas (PT) dengan Perseroan Komanditer (CV).

 

Bentuk Usaha dan Dasar Hukum

a. Perseroan Terbatas (PT)

Bentuk ini paling banyak digunakan di Indonesia sebab dapat digunakan oleh perusahaan skala kecil, perusahaan skala menengah dan perusahaan skala besar. Hal ini tertulis dalam Undang-undang No. 40 Tahun 2017 tentang Perseroan terbatas.

b. Perseroan Komanditer (CV)

Umumnya, perusahaan berjenis CV ini banyak dipilih untuk kegiatan Usaha Kecil Menengah (UKM) karena tidak ada peraturan tertentu yang mengaturnya

 

Ketentuan Pendirian

a. Perseroan Terbatas (PT)

Pembentukan jenis usaha Perseroan Terbtas ini minimal dua orang terlibat dalam pendiriannya. Keduanya Warga Negara Indonesia (WNI). Namun, aturan Penanaman Modal Asing (PNM) warga Negara Asing (WNA) diperbolehkan menjadi pendiri.

b. Perseroan Komanditer (CV)

Dalam CV aturan yang berlaku kebalikannya, bahwa pendirinya tidak memungkinkan Warga Negara Asing dan butuh minimal dua orang yang Warga Negara Indonesia (WNI) yang mendirikannya,

 

Pemakaian Nama Perusahaan

a. Perseroan Terbatas (PT)

Berdasarkan Pasal 16 Undang-undang No. 40 Tahun 2007, yaitu: Nama Perseoran harus didahului dengan frasa Perseroan terbatas atau disingkat PT. Contohnya PT ABCDE.

Nama Perseroan juga tidak boleh sama atau mirip atau menyerupai nama “PT” yang sudah ada dan berdiri di wilayah Republik Indonesia seperti yang diatur PP No. 26 Tahun 1998.

b. Perseroan Komanditer (CV)

Nama Perseroan bisa saja memiliki kemiripan atau kesamaan antara satu dan lainnya. Karena hal ini tidak diatur secara khusus dalam suatu peraturan.

 

Modal Usaha

a. Perseroan Terbatas (PT)

Mengenai modal dasar perusahaan yang digunakan sudah diatur dalam Undang-undang No. 40 Tahun 2007 yang menyatakan bahwa modal dasar perseroan ditentukan sebagai berikut

  • Modal dasar minimal Rp 50.000.000, kecuali ditentukan lain oleh undang-undang atau peraturan yang mengatur tentang pelaksanaan kegiatan usaha tersebut di Indonesia.
  • Dari  modal dasar diatas, minimal sebesar 25% atau Rp. 12.500.000 harus sudah diserahkan dan disetor pada para pendiri perseroan selaku pemegang saham perseroan.

b. Perseroan Komanditer (CV)

Berbeda dengan pendirian PT, pendirian CV tidak diatur dengan ketentuan khusus. Artinya, tidak disebutkan besaran modal dasar yang wajib dimiliki dan juga disetorkan pendirinya. Inilah yang menjadi dasar untuk beberapa poin berikut ini.

  • Tidak ada sistem kepemilikan saham dalam CV
  • Besarnya modal awal juga tidak ditentukan secara khusus sehingga penyetoran modal ini dapat ditentukan dan dicatat secara mandiri perusahaan. Terkait dengan bukti penyetoran modal yang dilakukan Persero Aktif dan Persero Pasif, bisa diatur dalam perjanjian khusus yang disepakati semua pihak.

 

Maksud, Tujuan serta Kegiatan Usaha

a. Perseroan Terbatas (PT)

Bisa dilakukan semua kegiatan usaha yang sesuai dengan maksud serta tujuan pendiriannya seperti.

  • PT nonfasilitas meliputi kegiatan usaha Perdagangan, Pembangunan (Kontraktor), Perindustrian, Pertambangan, Pengangkutan Darat, Pertanian, Percetakan, Perbengkelan dan Jasa.
  • PT usaha khusus yang meliputi berbagai kegiatan usaha, seperti Forwarding, Perusahaan Bongkar Muat Perusahaan Pers, Radio Siaran Swasta, Pariwisata, Pengangkutan Udaa Niaga, Perfilman dan Perekaman Video, Ekspedisi Muatan Kapal Udara dan Pelayaran.

 

b. Perseroan Komanditer (CV)

Maksud, tujuan dan kegiatan usaha perusahaanCV memiliki keterbatasan dan hanya bisa dilakukan untuk berbagai kegiatan usaha bidang tertentu saja seperti Pedagangan, Pembangunan (Kontraktor) sampai dengan Gred 4, Perindustrian, Perbengkelan, Pertanian, Percetakan dan Jasa.

 

Struktur Organisasi

a. Perseroan Terbatas (PT)

Untuk membangun perusahaan PT, dibutuhkan minimal 2 (dua) orang pengurus yang bertindak sebagai DIreksi dan Komisaris. Namun, khusus untuk perseroan terbuka, diwajibkan untuk memiliki minimal 2 (dua) orang anggota direksi. Jika ternyata Direksi dan Komisaris lebih dari satu orang, satu diantaranya dapat diangkat menjadi seorang Komisaris Utama atau DIrektur Utama.

Pengurus didalam perusahaan PT juga bisa menjadi seorang pemegang saham, kecuali hal ini telah diatur secara khusus sejak awal. Pengangkatan dan pemberhentian pengurus PT dilakukan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

b. Perseroan Komanditer (CV)

Dalam perusahaan CV, dapat dilakukan minimal oleh 2 (dua) orang, yakni Persero AKtif dan Persero Pasif.

 

Proses dan Akta Pendirian

a. Perseroan Terbatas (PT)

Proses pengurusan dan akta pendirian membutuhkan waktu yang lama karena harus mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM RI. Selain itu dalam mendirikan perusahaan PT juga harus mengikuti berbagai prosedur yang cukup panjang. Hal ini yang menyebabkan biaya yang dibutuhkan akan semakin besar.

b. Perseroan Komanditer (CV)

Proses pendirian CV berjalan lebih singkat daripada pendirian PT dan tidak membutuhkan pengesahan khusus dan biaya yang dibutuhkan juga lebih murah.

 

Sebelum mendirikan usaha, penting untuk mengenal secara lebih jelas perusahaan yang sesuai untuk bisnis yang dijalankan. Hal ini harus dipelajari lebih khusus agar semua ketentuan dapat dijalankan dengan benar.

Untuk mempermudah berjalannya perusahaan, gunakan selalu software akuntansi SISCOM Accounting Software. SISCOM adalah software akuntansi yang dapat membantu Anda dalam mengelola keuangan perusahaan Anda sehingga semua prosesnya dapat dijalankan dengan cepat dan mudah.

 

Blog
The latest blog.