Updates

Blog
03 Maret 2018
Beberapa Jenis Sertifikasi Akuntan Profesional di Indonesia Yang Perlu Anda Ketahui

Akuntan, adalah salah satu profesi paling diminati bagi sebagian besar orang yang kebutuhannya dan cukup tinggi didunia bisnis. Namun tidak semua akuntan adalah akuntan profesional. Ada serangkaian tes yang harus Anda lewati agar bisa diakui secara sah.

Sertifikasi profesi akuntansi pun beragam, tergantung kemampuan dan bidang masing-masing. Adapun beberapa lembaga dapat menyelenggarakan sertifikasi profesi ini adalah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) maupun Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).

Berikut adalah beberapa jenis sertifikasi yang ada di Indonesia:

1. Certified Internal Auditor (CIA)

CIA diberikan untuk profesi auditor internal dalam profesi akuntansi. Ini diberikan oleh Institute of Internal Auditor (IIA), Florida, Amerika Serikat. Ujian yang dilakukan biasanya secara online. Di Indonesia, lembaga yang mengeluarkan sertifikasi jenis ini adalah Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA) dan sertifikasinya Qualified Internal Auditor (QIA).

Sertifikasi ini berlaku di Indonesia namun diakui oleh IAA. Jadi orang yang bersertifikat QIA bisa langsung menempuh jenjang keempat mendapatkan sertifikat CIA.

 

2. Certified Public Accountant (CPA)

Sertifikat ini ditujukan untuk profesi akuntan publik. Satu-satunya lembaga di Indonesia yang berhak mengeluarkan sertifikat CPA adalah Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Sesuai dengan UU No. 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik, pelaksanaannya diatur melalui Keputuan Menteri Keuangan No. 17/PMK.01/2008.

Bila seorang akuntan telah menyandang gelar CPA, Akuntan tersebut sudah bisa membuka kantor layanan akuntan publik. Selain itu yang harus diketahui bahwa sertifikat ini hanya berlaku disuatu negara.

 

3. Certified Management Accountant (CMA)

Sertifikat ini diberikan pada akuntan manajemen yang bekerja di sebuah perusahaan. Jenis sertifikat ini dikeluarkan oleh Institute for Certified Management Accountant (ICMA) Australia.

Di Indonesia, cabangnya adalah IPMI Internasional Business School. Sertifikat yang dikeluarkan ICMA inilah yang biasanya dimiliki kebanyakan akuntan manajemen.

 

4. Chartered Management Accountant (CMA)

Chartered Management Accountant (CMA) beda dari sertifikat-sertifikat sebelumnya, sertifikat ini dikeluarkan oleh Chartered Institute for Accountant Management (CIMA) di Inggris. Pada umumnya, CMA Australia dan CMA INggris tak beda jauh. Keduanya diterima di banyak perusahaan multinasional di Indonesia, namun CMA Australia-lah yang lebih banyak berpeluang.

 

5. Certified Professional Management Accountant (CPMA)

Sertifikat ini sama dengan CMA Australia dan Inggris. Namun, lebih bersifat lokal dan berlaku di Indonesia saja. CPMA ini dikeluarkan oleh institut Akuntansi Manajemen Indonesia (IAMI).

 

6. Certified Information System Auditor (CISA)

Sertifikat CISA berfungsi sebagai bukti pencapaian seseorang profesional dibidang audit, kontrol dan keamanan informasi. Dikeluarkan oleh Information System Audit and Control Association (ISACA) sejak 1978. Di Indonesia, CISA dapat diperoleh melalui tes yang diselenggarakan CIA, PPAK UI dan YPIA yang memiliki afiliasi dengan ISACA.

 

7. Chartered Financial Analyst (CFA)

CFA merupakan sertifikasi akuntan yang paling bergengsi dalam lingkup analis keuangan. Dikeluarkan oleh CFA Institute dan untuk meraihnya harus lulus tiga level ujian dengan pengalaman minimal empat tahun. Di Indonesia, Binus Business School merupakan lembaga yang mengadakan persiapan untuk ujian tersebut.

 

8. Certified Financial Planner (CFP)

Sertifikat ini dikeluarkan oleh Financial Planning STandards Board (FPSB). Agar cepat lulus, Anda harus melalui sebanyak empat jenis tahapan. Diantaranya adalah Foundation in FInancial Planning, Investment Planning, Risk Management & Insurance Planning dan yang terakhir Retirement.

 

9. Financial Risk Manager (FRM)

Sertifikasi jenis ini ditujukan khusus untuk seorang professional yang memfokuskan diri pada pengelolaan manajemen risiko perusahaan. FRM dikeluarkan oleh Global Association of Risk Professionals (GARP) yang berkantor di New Jersey dan London. Selain FRM, sertifikat GARP lainnya adalah Energy Risk Professional (ERP).

 

10. Certified Fraud Examiner (CFE)

Sertifikat ini dikeluarkan oleh Association of Fraud Examiners (ACFE), sertifikat ini diberikan kepada seseorang yang memiliki pemahaman dan keahlian yang profesional. Ini berhubungan dengan kecurangan dalam perusahaan. Untuk mengikuti ujian ini, minimal Anda harus berpendidikan sarjana dengan pengalaman kerja dibidang terkait minimal dua tahun.

 

11. Certified Wealth Managers (CWM)

Wealth Managers adalah profesi yang dibutuhkan di industri perbankan. Profesi ini menuntut seseorang untuk memiliki kompetensi mengelola kekayaan nasabah. CWM dikeluarkan oleh Certified Wealth Managers Association (CWMA). Di Indonesia, MM UGM adalah lembaga yang menyelenggarakan persiapan untuk program ini.

 

12. Bersertifikat Konsultan Pajak (BAP)

BAP merupakan salah satu persyaratan mutlak agar Anda bisa mendapat izin praktik sebagai konsultan pajak. Artinya, Anda diharuskan lulus dari Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak (USKP) yang diselenggarakan IkatanKonsultan Pajak Indonesia (IKPI). Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No. 485/KMK.03/2003. Bagi yang lulus akan berhak mendapatkan gelar BAP.

 

13. Diploma in International Financial Reporting (DipIFR)

Adanya DipIFR ini menjadi seluruh jawaban atas kebutuhan professional tersebut. Sertifikat ini dikeluarkan oleh Association of Chartered Certified Accountants (ACCA) Glasgow, Inggris. Di Indonesia masih jarang professional yang memiliki sertifikat ini.

 

14. Certified PSAK (CPSAK)

CPSAK merupakan sertifikasi yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dan merupakan kepercayaan pemerintah dalam menetapkan Standar Keuangan (SAK). CPSAK terbuka bagi semua jurusan, namun setelah lulus peserta harus menempuh pendidikan profesional berkelanjutan oleh IAI sesuai dengan PPL IAI.

 

15. Sertifikat Akuntansi Syariah (SAS)

Walaupun sebagai cabang baru dalam akuntansi, akuntansi syariah memiliki bagian penting di Indonesia. SAS adalah sertifikat yang menetapkan standar akuntansi syariah kepada akuntan yang bekerja di bidang etrsebut. Sertifikat ini bersifat lokal dan bagi yang lulus tes ini harus mengikuti Pendidikan Profesional Berkelanjutan yang diadakan IAI.

 

16. Ahli Akuntan Pemerintahan (AAP)

Terakhir ada AAP yang menjadi tolak ukur standarisasi akuntansi pemerintah Indonesia. AAP diselenggarakan IAI dan diikuti oleh PNS yang biasa menangani masalah keuangan di lembaga pemerintahan.

 

Untuk menjadi seorang akuntan profesional dibutuhkan tenaga dan usaha yang keras. Selain sertifikasi diatas, sebagai seorang akuntan Anda harus mengatur keuangan karyawan sebuah perusahaan. Namun saat ini, sudah ada software akuntansi yang dapat Anda gunakan untuk membantu pekerjaan Anda. SISCOM Accounting Software dapat memudahkan pekerjaan Anda sebagai akuntan profesional yang bisa membuat kerja Anda jadi lebih baik.

Blog
The latest blog.