Updates

Blog
08 Oktober 2018
Cara Membuat Jurnal Akuntansi Yang Benar Untuk Mengelola Keuangan Bisnis Anda

Jika Anda bukan seorang akuntan, Anda pasti bertanya-tanya, bagaimanakah caranya membuat jurnal akuntansi yang baik dan benar pada penerapannya. Jurnal berfungsi untuk mencatat rincian jumlah transaksi yang terjadi. Baik yang mempengaruhi usaha maupun yang tidak mempengaruhi usaha dan juga waktu transaksi berlangsung.


Proses pencatatan inilah yang disebut dengan penjurnalan. Dalam pembuatannya, Anda harus memahami dasar akuntansinya terlebih dahulu, yaitu siklus akuntansi.

Berikut adalah cara membuat jurnal akuntansi yang benar:

1. Menguasai Konsep Dasar Laporan Keuangan

Dalam laporan keuangan terdapat dua elemen pokok yang perlu Anda ketahui, yaitu neraca dan laporan laba-rugi. Yang dimaksud dengan neraca adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan Anda pada periode tertentu.

Ada beberapa elemen penting penyusun neraca yaitu aktiva = utang + modal. Dalam hal ini aktiva mengacu pada investasi dalam sebuah perusahaan, sedangkan utang dan modalmerupakan sumber-sumber yang digunakan untuk investasi tersebut.

 

2. Menguasai dan Memahami Pencatatan Jurnal

Bila Anda sudah memahami konsep dasar laporan keuangan, maka Anda akan lebih mudah menguasai dan memahami prosedur pencatatan jurna;. Konsep kedua ini adalah prosedur untuk menganalisis sebuah transaksi yang dikategorikan di sisi kredit atau debit.

a. Neraca

Jika nilai aktiva bertambah, maka pencatatan jurnal berada di sisi debit. Sebaliknya, jika nilai aktiva berkurang, maka pencatataan berada di sisi kredit. Pada elemen utang, jika nilainya bertambah, maka catatlah di sisi kredit. Jika nilai berkurang, maka catat di sisi debit. Sedangkan pada elemen modal, jika nilai modal bertambah, maka catatlah di sisi kredit. Sebaliknya apabila nilai modal berkurang, maka catatlah di sisi debit.

 

b. Laporan laba-rugi

Sedangkan untuk laporan laba-rugi yang memiliki elemen pokok pendapat dan biaya, maka penggambaran datanya seperti berikut:

  • Jika nilai biaya bertambah, maka catatan tersebut berada di sisi debit, sedangkan jika nilai biaya berkurang, maka catat di sisi kredit
  • Pada elemen pendapatan, nila nilainya berkurang, maka catat di sisi kredit.

 

 

Berikut adalah tiga hal yang harus dilakukan yang dapat memudahkan Anda dalam membuat jurnal:

Misalnya, perusahaan meminjam uang sebesar Rp. 300.000.000 dari bank dengan bukti transaksi berupa surat pinjaman dari bank. Bagaimana cara membuat jurnal dari transaksi ini ?

a. Identifikasi Transaksi dari Akun Mana

Pinjaman dari bank termasuk utang, maka akun yang terlibat dalam transaksi itu adalah akun 'utang'. Uang yang diterima dari bank kemudian dimasukkan ke dalam kas, ma akan lainnya yang terlibat juga termasuk akun 'KAS'. Sehingga dua akun yang terlibat dalam transaksi ini adalah Utang dan Kas.

b. Identifikasi Prosedur Debit-Kredit pada Transaksi

Pada setiap akun yang terkait, apakah nilainya akan bertambah atau berkurang dari transaksi yang Anda catat dalam jurnal ? Akun 'Utang' sudah pasti akan bertambah di sisi lainnya, akun 'kas'

c. Hitung Nominal Transaksi Tersebut

Untuk masing-masing akun senilai Rp 250.000.000, maka Anda perlu menuliskannya pada jurnal seperti ini :

(Debit). Kas = Rp. 300.000.000

(Kredit). Utang = Rp. 300.000.000

 

Agar lebih praktis dan efisien, gunakan Software Akuntansi SISCOM yang dapat menunjang kebutuhan pengelolaan keuangan bisnis Anda. Info lengkap, klik disini.

Blog
The latest blog.