Updates

Blog
18 Januari 2018
Riset Pemasaran Dalam Dunia Usaha Yang Perlu Anda Lakukan

Dalam dunia bisnis, Laporan keuangan adalah hal yang paling penting dan harus selalu terkontrol. Namun ada hal yang tidak kalah penting yaitu laporan riset pemasaran. Karena riset pemasaran dilakukan berdasarkan data-data yang dikumpulkan, termasuk data laporan keuangan. 

Riset pemasaran merupakan kegiatan penelitian dalam bidang pemasaran. Riset pemasaran haruslah berdasarkan sistematika yang ada, mulai dari perumusan masalah, perumusan tujuan, pengumpulan data dan pengolahan data, hingga interpretasi dari hasil riset pemasaran yang diperoleh. 

Riset pemasaran dilakukan sebagai upaya memberi masukan kepada owner atau manajemen perusahaan sehingga dapat diketahui hal mana yang perlu diperbaiki atau ditambahkan bahkan dikurangi dalam suatu strategi pemasaran. 

Tidak semua orang paham perbedaan kata antara riset pasar (market search) dan riset pemasaran (market research). Riset pasar adalah pasar yang telah ditentukan secara spesifik. Sementara itu riset pemasaran tidak hanya terfokus pada aspek pasar atau produk, namun mencakup hal yang lebih luas. 

American Marketing Association (AMA) mendefinisikan riset pemasaran sebagai fungsi yang menghubungkan konsumen, pelanggan dan masyakarat umum dengan pemasaran melalui informasi. 

Informasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan peluang dan masalah pemasaran, merumuskan, menyempurnakan dan mengevaluasi tindakan pemasaran, memantau kinerja pemasaran dan menyempurnakan pemahaman mengenai pemasaran sebagai sebuah proses serta pemahaman atas cara-cara yang dapat membuat pemasaran lebih efektif dan efisien. 

Fungsi riset pemasaran itu apa sih ?

Riset pemasaran itu ibaratnya mata-matanya perusahaan yang mengetahui bagaimana pandangan dan keinginan pelanggan terhadap perusahaan. Tiga fungsi riset pemasaran antara lain adalah:

  1. Understanding, Fungsi ini menekankanbahwa konsumen merupakan masukan yang sangat potensial bagi perusahaan. Memahami konsumen berarti sama juga dengan perusahaan akan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan konsumen.
  2. Evaluating. Riset pemasaran ini biasanya digunakan untuk mengevaluasi program-program pemasaran yang telah dilakukan sebelumnya. Riset pemasaran ini juga termasuk brand positioning produk dengan pesaing.
  3. Predicting. Fungsi ini adalah yang paling sulit dilakukan karena bersifat relative dan tidak pasti. Ketika sebuah brand produk ingin menyasar pasar baru, maka riset pemasaran harus menjadi bahan utama. Sama halnya dengan perusahaan ingin menyusun strategi pemasaran baru.

 Berdasarkan hal-hal diatas, riset pemasaran dapat bagi menjadi tiga kelompok yaitu:

  1. Problem Solving Research. Problem solving research adalah riset pemasaran yang diadakan untuk mengidentifikasi serta memecahkan masalah yang paling sering terjadi dalam pemasaran. Artinya masalah yang pernah terjadi dalam pemasaran diidentifikasi dan dievaluasi kembali.
  2. Controlling Research. Controlling Research adalah riset pemasaran yang diadakan untuk pengawasan atau pengendalian proses bisnis serta pemasaran yang sedang terjadi. Riset ini dilakukan secara berkala beberapa waktu sekali. Sehingga diharapkan dengan berjalannya riset ini, akan menghasilkan zero defect dalam perusahaan. 
  3. Planning Research. Planning research adalah riset pemasaran yang diadakan untuk mendapatkan data informasi yang berguna sebagai pandun untuk menyusun kegiatan pemasaran. Perencanaan bisnis yang baik memerlukan informasi dan data riset pemasaran untuk mengukur secara tepat sasaran dan strategi yang disusun.

Berikut adalah langkah-langkah riset pemasaran yang harus dilakukan:

  1. Menetapkan Masalah Riset. Tujuan menetapkan masalah riset agar hasil laporan riset ini dapat menyelesaikan semua masalah pemasaran perusahaan. Yang perlu dilakukan adalah memperoleh pandangan klien mengenai permasalahan sebenarnya. Produk kurang apa dan lain sebagainya sehingga periset dapat mengkombinasikan masukan dari klien dengan periset.
  2. Penentuan Desain Resep. Terdapat tiga jenis desain riset yang dapat Anda pilih sebagai desain riset pemasaran Anda yaitu Ekspolatori, Deskriptif dan Kausal.
  3. Perbedaan antara data primer dan sekunder adalah apabila data didapat dari data primer berarti data dikumpulkan langsung oleh periset dengan cara Wawancara, Focus Group Discussion, Teknik Proyeksi, Survei, Observasi atau Eksperimen. Sedangkan data sekunder adalah data yang didapat oleh periset sendiri berdasarkan catatan pribadi yang diperoleh dari buku, internet, dan pustaka lainnya sehingga dapat disusun menjadi database. 
  4. Penentuan Metode Pengambilan Sampel dari Populasi. Selanjutnya anda akan melakukan pengambilan sampel dan data di lapangan dengan metode sampling probability ataupun non probability.
  5. Analisis dan Penginterpretasian Hasil Riset. Sebuah pengumpulan data tidak akan pernah bisa menjadi sebuah kesimpulan jika tidak dilakukan analisis dan interpretasi data. Data dapat diolah secara tabulasi, analisa statistic dan interpretasi data. Setelah itu Anda baru akan mendapat kesimpulan.
  6. Penyusunan Laporan Riset. Laporan riset brupa laporan hasil dan juga rekomendasi yang diberikan pihak manajemen. Laporan ini akan menjadi standar penelitian manajemen untuk melakukan evaluasi.

Namun ingat, laporan riset pemasaran tidak bisa dijalankan apabila tidak ada laporan keuangan perusahaan. Saat ini Anda dapat membuat laporan keuangan dengan sangat mudah, tinggal klik di sini untuk mendapatkan informasi lebih jelas mengenai SISCOM Accounting Software yang akan membantu pengelola keuangan bisnis Anda.

 

Blog
The latest blog.